Master Plan Ibukota Negara Diserahkan Ke Perusahaan Asing?

Guys, Penyusunan Rencana Induk Dan Strategi Pengembangan Ibukota Negara (Master Plan Ibukota Negara (MP IKN)) Indonesia dengan Kode Paket 6740119 senilai Rp. 85 Milyar (Nilai Pagu Paket) dimenangkan oleh McKinsey Indonesia.

Perusahaan yang berkantor pusat di kota New York, Amerika Serikat ini mendapatkan proyek tersebut melalui metode pengadaan dengan cara Penunjukan Langsung (non-tender) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Satuan Kerja Kantor Menteri Negara PPN BAPPENAS yang dianggarkan melalui APBN tahun 2020.

Pemenang proyek rencana master plan Ibukota negara
Sumber: https://lpse.lkpp.go.id/eproc4/nontender/6740119/pengumumanpl

Dan meskipun dikerjakan oleh McKinsey Indonesia, yang namanya branch atau cabang kantor konsultan ya kemungkinan keuntungannya akan dikantongi pusat juga.

Ini juga yang kadang membingungkan saya sebagai warga negara Indonesia. Lagi-lagi, saya kembali ingat mengenai nyanyian bahwa kita Indonesia itu negara kaya, warga negara Indonesia itu cerdas-cerdas dan nada nyanyian lainnya. Tapi khusus Master Plan Ibukota sendiri malah yang ngerjainnya adalah representatif atau perwakilan perusahaan asing.

Dilansir dari mediatataruang.com, jumlah sekolah perencana tata ruang di Indonesia itu ada 67 yang mengalahkan Asia bahkan Eropa. Kurang apalagi kita?

Apalagi mengenai perencanaan tata ruang Ibukota negara yang sangat vital karena merupakan wajah kita sehingga harus mampu merepresentasikan budaya, lingkungan, ekonomi, dan berbagai sektor kehidupan lainnya hingga pertahanan keamanan sebuah negara.

Dari aspek ketahanan negara, jangankan dirahasiakan, ini master plan ibukota malah dikerjakan perusahaan asing. Gak salah, tapi rawan penyalahgunaan karena rencana rinci penataan ruang ibukota negara akan dengan mudah diketahui oleh negara lain.

Sama halnya dengan kita memberikan kunci atas rumah yang bahkan bangunannya belum dibangun. Kalau sudah selesai perencanaan dan pembangunannya, kunci tersebut bisa digunakan kapan saja.

Tapi seperti itulah kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional kita dan juga pemerintah terkait. Dengan virus Corona saja kita diajak hidup berdampingan, apalagi dengan negara lain. Rahasia hanya berlaku bagi pejabat tinggi dan warga negara, sementara negara lain kita berikan akses informasi sebebas mungkin.

Jika potensi dan kelemahan penataan ruang ibukota negara lebih dahulu diketahui negara lain dibanding warga negara sendiri, dimana sisi pertahanan keamanan negara berdiri?

Semudah itu ya ternyata masterplan ibukota negara bisa diketahui asing. Gak hanya tahu saja, negara malah membayarnya dari APBN. Gimana menurutmu guys?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s